EVALUASI TINGKAT KESESUAIAN STANDAR AKREDITASI TERHADAP PELAYANAN FARMASI DAN STRATEGI PERBAIKAN DENGAN METODE HANLON DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BIMA

Bimmaharyanto.S, Dedent Eka (2014) EVALUASI TINGKAT KESESUAIAN STANDAR AKREDITASI TERHADAP PELAYANAN FARMASI DAN STRATEGI PERBAIKAN DENGAN METODE HANLON DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BIMA. Tesis thesis, Universitas setia budi.

[img] Text
01. INTISARI.pdf

Download (90kB)
[img] Text
02. HALAMAN JUDUL - BAB I.pdf

Download (442kB)
[img] Text
03. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (296kB) | Request a copy
[img] Text
04. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (177kB) | Request a copy
[img] Text
05. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (399kB) | Request a copy
[img] Text
06. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (94kB) | Request a copy
[img] Text
07. BAB VI - LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Mendapatkan pelayanan yang maksimal merupakan impian semua masyarakat terutama penerima pelayanan kesehatan di rumah sakit termasuk di instalasi farmasi. Banyak permasalahan yang didapatkan pasien, karena pelayanan belum memenuhi standar. Untuk memenuhi kebutuhan pasien tersebut, instalasi farmasi harus diakreditasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian tujuh standar akreditasi terhadap pelayanan farmasi di RSUD Kabupaten Bima dan strategi perbaikan dengan metode Hanlon. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisoner Depkes dan wawancara informan utama sebanyak 15 orang dan informan kunci sebanyak 3 orang. Subyek pada penelitian ini adalah semua pegawai yang terlibat dan memiliki peran penting di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Bima. Dilakukan penilaian tujuh standar kemudian dibandingkan antara informan dengan hasil observasi, setelah itu dianalisis strategi pengembangan dengan menggunakan metode Hanlon. Hasil Penelitian menunjukan terdapat perbedaan hasil penilaian standar akreditasi antara petugas Instalasi farmasi yaitu (58,75%) dengan penilaian peneliti yaitu (55%). Dari ketujuh standar akreditasi, tidak ada yang memenuhi standar akreditasi (< 60%), hasil strategi pengembangan dengan metode Hanlon adalah : Fasilitas dan peralatan, perbaikan sarana dan prasarana kefarmasian. Administrasi dan pengelolaan, segera melakukan fungsi KFT. Evaluasi dan pengendalian mutu, perlu membuat program tertulis kefarmasian serta SK tentang jadwal rapat. Falsafah dan tujuan, SK tentang kebijakan pelayanan kefarmasian dari pimpinan Rumah Sakit. Kebijakan dan prosedur, membuat SOP dan kebijakan tertulis tentang pengelolaan perbekalan kefarmasin. Pengembangan staf dan program pendidikan, dilakukan program pendidikan dan pelatihan secara berkala di IFRS. Staf dan pimpinan, adanya evaluasi kinerja tenaga kefarmasian dan orientasi bagi pegawai Instalasi Farmasi. Kata kunci : Standar Akreditasi Rumah Sakit, Strategi Pengembangan Instalasi Farmasi, Metode Hanlon

Item Type: Thesis (Tesis)
Additional Information: Prof. Dr.H. Achmad Fudholi, DEA., Apt
Uncontrolled Keywords: Standar Akreditasi Rumah Sakit, Strategi Pengembangan Instalasi Farmasi, Metode Hanlon
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Prodi S2 Farmasi
Depositing User: Mrs NOVI HANDAYANI
Date Deposited: 01 Nov 2019 08:04
Last Modified: 01 Nov 2019 08:04
URI: http://repository.setiabudi.ac.id/id/eprint/3160

Actions (login required)

View Item View Item